ReXpoZ forum is a link where we all and especially me can share the various knowledge, which is expected to occur interactive discussions and useful, so can achieving the truth
8/03/2010
Penyelamatan Biota Laut ala Nabi Nuh
Kebocoran kilang minyak di Teluk Meksiko, Florida, Amerika Serikat (AS) membuat sejumlah ilmuwan cemas. Mereka khawatir tumpahan minyak itu akan mengancam keberadaan makhluk-makhluk laut.
Berangkat dari kekhawatiran tersebut, ahli hewan dan tumbuhan Jack Rudloe meluncurkan proyek penyelamatan biota laut bertajuk 'Operasi Bahtera Nabi Nuh'.
Ia memanfaatkan fasilitas laboratorium seluas 1,6 hektar miliknya untuk dijadikan cagar alam bagi lebih dari 350 spesimen berbeda, mulai dari udang, bintang laut, hingga hiu.
"Kita harus membawa sebanyak mungkin hewan ke sana (laboratorium) dan bila kondisi memungkinkan, kita bisa kembalikan beberapa dari mereka ke laut," kata Rudloe yang ketertarikannya terhadap Teluk Meksiko dan penduduknya sudah muncul sejak 40 tahun lalu.
Meski kilang minyak yang bocor telah ditutup sejak pertengahan Juli lalu dan hanya sedikit tumpahan minyak terlihat di Teluk Meksiko, Rudloe masih berkomitmen melakukan proyek ini. "Saya tidak percaya tumpahan minyak akan lenyap seluruhnya," kata Rudloe. "Tumpahan minyak itu masih di situ dan bisa saja satu atau dua tetes terkumpul dan sampai ke tempat ini saat badai."
Laboratorium Dickerson Bay milik Rudloe berjarak sekitar 32 kilometer dari area paling timur di mana minyak dilaporkan telah mencemari kawasan Panhandl di Florida. Namun, dia cemas kalau-kalau minyak bisa mencemari 50 tank di laboratoriumnya karena air asin di dalamnya disalurkan melalui pipa sepanjang 800 kaki dari Teluk Meksiko.
Proyek ini diperkirakan akan menelan biaya US$1,2 juta. Dana sebesar itu tidak bisa dipenuhi Rudloe seorang diri. Apalagi istrinya, pakar biologi laut Anne Rudloe sedang sakit parah.
Laboratorium Rudloe sendiri merupakan laboratorium nirlaba berlisensi yang mampu menarik sekitar 18 ribu pengunjung per tahun. Sumber dana fasilitas tersebut berasal dari biaya masuk, keanggotaan, dan donasi.
Redenominasi Rupiah Bisa Kacaukan Ekonomi
Ekonom Danareksa Reseach Institute, Purbaya Yudhi Sadewa, menilai rencana Bank Indonesia (BI) mengurangi nilai mata uang tanpa nilai dari uang tersebut (redenominasi) rupiah dapat mengacaukan sistem ekonomi jika tidak dilakukan sosialisasi yang baik.
Menurutnya, BI membutuhkan sosialiasi yang luar biasa agar semua masyarakat paham. Padahal, masyarakat Indonesia terdiri dari berbagai tingkatan ekonomi dan pendidikan. Purbaya menilai, BI selama ini lemah dalam hal sosialisasi.
Dia menambahkan, ditakutkan masyarakat malah akan khawatir nilai uangnya terpotong, padahal tidak. "Nantinya, orang akan beramai-ramai menukarkan rupiah ke dolar, karena pemerintah AS menjamin dolar yang telah dikeluarkan tidak akan diganti dan dikurangi," ujarnya.
Jika sudah begitu rupiah bisa terpuruk. Dalam situasi rupiah yang tenang, sebaiknya BI tidak melakukan redenominasi karena dapat membingungkan masyarakat.
Menurutnya, tidak mudah untuk menciptakan sistem yang baru. Selain itu, ia tidak melihat keuntungan yang diperoleh dalam melakukan redenominasi. Hal itu, karena sistem pembayaraan saat ini bisa diterima masyarakat.
Sementara itu, pemerintah juga tampak terkejut dengan rencana Bank Indonesia melakukan rencana redenominasi rupiah.
Menteri Keuangan Agus Martowardojo menuturkan, dirinya belum mendengar rencana BI tersebut dan justru bertanya kepada wartawan. "Ah nggak mungkin, masa sih," Ujar Agus di Menko Perekonomian Jakarta, Senin.
Dia berjanji, akan membicarakan dengan BI untuk membahas wacana tersebut. Namun tampaknya, Agus belum bisa memahami wacana BI. "Maksudnya dia (BI) mungkin mengeluarkan uang koin. Aku bahas dengan BI dulu ya, aku tidak tahu ya maksud kalian apa," katanya.
Begitu halnya dengan Menko Perekonomian Hatta Rajasa ketika ditanya mengenai Redenominasi. Dirinya mengaku belum pernah mendengar hal tersebut. "Saya belum merespon sesuatu yang belum saya paham," ujarnya.
Subscribe to:
Posts (Atom)